Sabtu, 10 Januari 2015

Berpetualang Bali- Gili- Lombok Hari 4

Tiba juga hari ke 4 ya.. Setelah sekian waktu berada di Bali dan Gili Trawangan maka tibalah hari terakhir holiday kami.  Walaupun pesawat kami masih esok hari, tapi pagi2 buta.. Jadi tidak terhitung lah menjadi holiday.

Hari ini kami harus berangkat ke Lombok, karena bandaranya ada di Lombok NTB. Kali ini kita memilih menggunakan publik boat untuk menyeberang dari Harbour Gili Trawangan ke Pelabuhan Bangsal. Murah teman tiket kapalnya hanya 15rb/orang. Sedangkan kalau kita sewa fast boat bisa 300-400 rb per kapal dan turun di Senggigi atau Tanjung Kodek.

Setelah menikmati sarapan pagi kami chekc out kira2 waktu menunjukan jam 10pagi. Hari ini langit cerah, berbeda sekali dengan beberapa hari kami ada di Gili. Sampai di Habour kami pergi ke loket penjualan tiket kapal. Lalu kami mendapat tiket warna kuning. Sambil menunggu penuh duduk2lah kami di ruang tunggu sambil melihat kepadatan aktivitas habour.

Tidak berapa lama ada panggilan untuk tiket berwarna kuning naik ke kapal. Jangan membayangkan pelanbuhan mewah di sini, di pulau ini pelabuhan hanya minimalis langsung di pinggir pantai, jadi anda harus sedikit berbasa-basah untuk naik ke kapal. tapi jangan kawatir banyak penjaga di samping2 anda.

Setelah memposisikan diri di kapal dan menunggu semua penumpang naik, maka dmulailah penyeberangan kami ke pelabuhan Bangsal - Lombok - NTB. Perjalanan tidak memakan banyak waktu hanya kira2 20-30menit saja. Cuaca juga cerah jadi ombak tidak terlalu tinggi. Sebagian pengguna kapal publik ini adalah turis lokal atau warga lokal. Hanya ada 1 pasang turis asing di kapal kami,

public boat Gili to Bangsal

Ini dia public boat yang kami pakai. Duduknya menyamping semua..


Gili Trawangan Habour

Indahnya Gili dan jernihnya air laut saat cuaca cerah.. Membuatku ingin explore lagi dan lagi...


Setelah sampai di pelabuhan Bangsal kami dijemput oleh sopir rental yang sudah kami hubungi sebelumnya. Oriental Rental 0818362929.

Ada sedikit cerita dibalik perjalanan kami kali ini, ada salah satu penumpang kecebur di laut sewaktu mau turun. Saya sendiri kurang tahu pas nya kenapa dia tercebur. Mungkin kepleset atau something. Tapi yang pasti hati2lah saat turun kapal. Kalau perlu tidak usah buru2. Sampai di pelabuhan Bangsal akan banyak calo yang mau membantu anda membawa tas, menawarkan jasa transportasi ke terminal.

Sesampainya di Lombok kami memilih untuk menikmati 1hari kami d lombok dengan mengunjungi Desa sukerara, desa Sade, Pantai Kuta, Kuliner Ayam Taliwang Irama, Oleh2 Lestari. dan tentunya melihat kota mataram.

Tempat yang pertama kami kunjungi setelah dari pelabuhan bangsal adalah oleh2 lestari di Ampenan. Di Lombok ini terkenal dengan olahan rumput laut. Saya dibuat terkagum-kagum dengan olahan rumput lautnya, ada kripik, dodol, manisan, emping, etc. Yang semuanya itu enakkk.... Selain olahan rumput laut juga dikenal dengan sambalnya yang super pedas dan enakk,,, Sambal pelencing nya juara... Juga kripik2 ikannya juara, beda sama oleh2 di Jawa. Selain itu saya juga sempat memborong telur asin asap, rasanya jangan ditanya lagi... Nikmat banget dan juara saudara2.. Sebenarnya masih ada madu dan susu kuda Sumbawa, tapi susu Kuda nya kebetulan habis. Untuk madunya ada berbagai macam, ada madu yang berwarna putih juga.

Setelah puas belanja oleh2, perut kita sudah histeris kelaparan.. Lalu kami singgah di Ayam Bakar Taliwang "Irama". Di sini lidah kami dimanjakan dengan ayam bakar sedang, dan plencing kangkung yang berbeda dengan yang kita temukan di Bali atau daerah lain. Kangkungnya enak sekali.. Muda sekali dan krius2.. Memang kangkung Lombok bedaa...

Ayam Taliwang Irama Lombok

Ayam Taliwang Irama yang rasanya Juara... di menu bertulisakan "Ayam Bakar Sedang"


Plencing Kangkung Lombok yang enak bangetttt...... Tapi hati2 pedasnya gak kira2.. Kalau gak bisa makan pedas disingkirin sambalnya, makan dikit2 saja.


Selesai makan kami menuju arah pantai Kuta, tapi kami mampir dulu ke :

1. Desa Sukerara 
    Desa ini dikenal dengan kain soketnya. Disini anda bisa melihat para wanita menyoket. Untuk mendapatkan 1 lembar kain siap jual bisa sampai 1.5bulan. maka harganya juga gak murah2 amat.. tapi ini beneran buatan tangan lho.. Jadi memang harus dihargai ^_^.
Konon sebelum bisa menyoket para wanita di desa ini belum boleh menikah. Dan ada cerita juga katanya yang boleh menyoket hanya perawan saja. Tapi di zaman modern ini saya melihat ibu2 menyoket dan waniota2 yang sudah menikah menyoket :). Katanya mereka dari umur belasan tahun sudah belajar menyoket.
Dan pola soketan mereka berasal dari imajinasi mereka sendiri. tidak ada pola gambar atau apapun. Keren bangte ya.. Kalau saya sudah nyerah dah hahaha... Cuma saya mencoba juga sih di bimbing ama ahlinya xixixi...


kain soket lombok

Ini dia soketannya.. 

2. Desa Sade 
Sade ini adalah salah satu desa yang masih mempertahankan adat istiadat Lombok asli. Penduduk desa Sade ini adalah suku Sasak. Rumah mereka masih beranyamkan bambu, atapnya masih pakai ijuk. Jikalau anda masuk ke desa ini akan ada pemandu lokal yang asli penduduk desa Sade akan menemani anda berkeliling dan menceritakan tentang desa Sade. 

Pertama kali masuk desa Sade anda akan disambut dengan penduduk yang sedang bersantai atau penduduk lokal yang menjual hasil karya mereka berupa gelang atau kain tenun.

Yang paling unik dari desa Sade ini adalah alas rumah mereka berasal dari tanah, dan untuk membersihkan alas rumah mereka menggunakan kotoran kerbau tanpa penambahan apapun kecuali air sedikit. Tapi uniknya begitu kita masuk ke rumah mereka tidak tercium bau kotoran sama sekali. Dan alas yang kita injak juga cukup padat dan tidak ada hal "aneh" di sana. 

Setiap rumah di desa Sade ini mempunyai ruang bersalin sendiri2. Jadi warga di sini bersalin di rumah mereka masing2. Mereka masih mempercayai dukun bayi, kalau dukun bayi tidak bisa menangani barulah akan dibawa ke puskesmas. 

Di sini kami diberi kesempatan untuk memasuki rumah tertua mereka. Rumahnya tidak besar, sederhana sekali. Masuk pintu ada ruang tamu tanpa perabotan, naik beberapa anak tangga ada ruangan dapur untuk memasak merangkap ruang tidur anak wanita, dan ruang bersalin di sebelah kanannya. Rumah mereka tidak ada penerangan seperti kita lho.. Dan mereka tidur hanya beralaskan tikar.. Mereka memang benar2 menjaga keaslian desa mereka. Wanita di sini menikah sekitar umur 13an. Cara melamarnay pun unik. Jadi kalau pria menyukai wanita maka wanitanya diajak Kawin lari (maksudnya meninggalkan desa untuk 1hari). Nanti pihak laki akan memberi tahu pihak wanita bahwa anaknya dibawa anak mereka. Jadi setiap wanita bisa diajak "kawin lari" oleh beberapa lelaki, tetapi bukan berarti wanita di sini memiliki banyak lelaki lho.. Tapi wanita boleh memilih lelaki mana yang dia mau nikahin.

Mata pencaharian warga desa Sade adalah bertani dan beberapa  wanita di sini berjualan souvenir homemade.


Rumah Tertua Desa Sade yang kami masuki.



Anak Desa Sade yang berjualan souvenir.. 




Anak desa Sade yang sedang mandi.. hihihi...



Ini namanya Lumbung, fungsinya untuk menyimpan padi. nyimpannya di atap yang tertutup itu. kalau mau ambil pakai tangga.





Setelah puas jalan2 di Desa Sade tujuan kahir kami adalah Pantai Kuta Lombok. Jlanan menuju pantai Kuta searah dengan beberapa tempat wisata kami dan hotel kami.

3. Pantai Kuta - Lombok
Pantai Kuta - Lombok ini sangatlah berbeda dengan pantai Kuta Bali.. Pantai Kuta bali banyak turis jalan2, banyak kafe dan restaurant. Kalau di Pantai Kuta Lombok ini masih asri.. Masih banyak penduduk lokal jualan gelang, Rata2 anak2 kecil. Ada juga toko2 papan surfing, toko baju2 tapi belum semodern Kuta Bali. Kuta Lombok ini bagus karena pasirnya berasal dari pecahan2 karang, seperti butiran merica. Di pingggiran pantai bisa menemukan banyak pecahan terumbu karang. Saya sempat cari juga di pinggir pantai untuk kenang2an dari Kuta Lombok ;). 
 Di pantai Kuta - Lombok kami tidak lama, soalnya badan juga sudah minta "ngasur" dan jujur kalau dibandingkan pantai di Gili cukup berbeda. Tapi sebenarnya bagus kok pantai Kuta-Lombok ini, cuma mungkin karena kita sudah terlanjur dari Gili jadi beda sekali dengan pantai di pulau Lombok ini. Airnya biru bersih.. Menyegarkan mata.. :)


Masih asri seperti pantai alami.. Pedagangnya juga masih tradisional..


Sebagian bibir pantai ada yang dipenuhi bebatuan alami.. Seru juga untuk duduk2 karena sebagian tidak basah..



Setelah puas jalan2 melihat Pulau Lombok, walaupun belum sepenuhnya sih.. Cuma badan sudah tidak bisa kompromi lagi.. Capek luar biasa dan butuh istirahat.. Maka kami memutuskan untuk pulang ke hotel dan beristirahat sebentar baru makan malam. 

Hotel yang kami tempati 1malam terakhir kami adalah Grand Royal Bil Hotel, sementara ini adalah hotel terdekat ke BIL (Bandara Internasional Lombok) disertai free transfer airport. Airport di Lombok ini cukup jauh dari kota Mataram guys, Kalau misalkan mau inap di Pantai Kuta sih lumayan dekat juga dengan BIL. Sementara ini hotel yang recomended untuk diinapi di Pantai Kuta hanyalah Novotel Lombok. Kalau yang lain berupa guest house gitu deh..



Hotel yang kami tempati untuk transit 1 malam.


Okelah dengan begini berakhirlah cerita jalan2 kami. Besok pagi2 kami harus meluncur ke bandara sebelum matahari menampakan wajahnya. Dan kami akan kembali ke rutinitas kami ^_^


Kesimpulan saya selama jalan2 ini :
1. Gili Trawangan merupakan salah satu tujuan wisata lokal yang indah sekali..
2. Kalau anda mau ke Gili Trawangan lebih enak naik pesawat langsung ke Lombok, sewa mobil ke pelabuhan Bangsal atau transit 1malam di Lombok baru ke Bangsal. Naik perahu publik 15k, sampai habour Gili. Penginapan di sana banyak bisa book dari internet.
3. Kalau anda dari Bali bisa menggunakan fast boat langsung ke Gili dengan beberapa pilihan fast boat. Lebih baik ambil musim kemarau kali ya, soalnya ombak tidak besar.






Rabu, 07 Januari 2015

Berpetualang Bali- Gili- Lombok Hari 3

Cekidott.... Bertemu dengan hari ke 3 rasanya liburan hampir selesai.. Tapi jangan salah ini adalah puncak liburan kami.. Yups.. SNORKLING, hal yang kunanti-nantikan sejak dari kota tercinta SOLO. Keindahan alam bawah laut Indonesia yang katanya jarang ditemukan di negara lain. Tapi saya akui memang laut di area Gili ini indah banget, jernih... Di pinggir pantai aja jernih...

Hari ke 3 berlibur diawali dengan sarapan pagi di hotel ala western. Soalnya yang punya penginapan Dream Village adalah orang Itali yang nikah ama orang Lombok asli. Di sini pemiliknya ramah banget.. Setiap kali kita lewat receptionist dia akan bilang "CAO", kurang tahu juga apa artinya. Tidak cuma itu, kalau kita ketemu sama bule2 yang menginap di sini juga mereka akan menyapa kita lho.. "morning" or "hello". Wah kita yang dikenal dengan negara yang ramah masih kurang ramah nih ama mereka.

roti bakar keju

Ini dia sarapan pagi yang kupilih, roti bakar keju dan seteko kopi lombok plus susu murni. Nikmatnyaaa..... tidak bisa saya ceritakan.. Enak bangettt.....


Setelah menikmati sarapan pagi kami, mulailah perjalanan menuju tour yang semalam kami booking untuk snorkling. Sampai di sana kami memilih makanan, saya memilih pizza margarita dan suami memilih ikan bumbu kuning khas lombok. 

Setelah itu kami menunggu peserta yang lain sambil mengambil peralatan seperti baju pelampung, find. Untuk kacamata dan alat pernafasan diberikan di perahu. Kalau misalkan anda punya peralatan pernafasan lebih baik pakai punya sendiri saja. karena kan kita tidak tahu sebelum kita siapa yang memakainya. 

Ini kapal yang akan dipakai.. Lihatlah kondisi cuaca yang mendung itu... 

Memulai perjalanan dengan kapal glass bottom (tengahnya ada kaca untuk melihat bawah air). Kadang kita bisa melihat karang, ikan kecil2 atau bahkan air biru sekali tanda laut dalam. Sampailah kami di spot pertama untuk snorkling.. Yang katanya spot penyu. Beruntung bila anda menemukan penyu. Tapi kalaupun tidak menemukan penyu keindahan bawah lautnya amazing kok,, Jadi tidak perlu kawatir kecewa :),


Tampang2 masih fresh di awal perjalanan



Kondisi laut dengan cuaca mendung, ombak agak tinggi, tapi karena masih pagi jadi belum terlalu bergelombang.


Setelah selesai 1 spot, bergeraklah kami ke spot ke 2. nah dalam perjalanan ke spot ke 2 itulah ada beberapa peserta yang mulai mabuk karena gelombang tinggi dan kadang air masuk ke dalam kapal. Bagi teman2 yang tidak kuat laut mendingan siap2 antimo dan jangan pergi di musim hujan, karena gelombang laut cukup menengangkan. Dengan kapal yang tidak terlalu besar rasanya kami kecil sekali di lautan luas ini. Baju pelampung selalu dipakai siap2 kalau sampai kecebur tiba2 hahaha...

Di spot ke 2 ini saya menemukan ikan2 kecil yang lucu2 lho.. ada ikan dengan warna putih-hitam, biru, kuning, abu, etc.. Sempat saya ingin menggapainya tapi saya malah hampir tenggelam hahahaha.. Soalnya ikannya cepat sekali geraknya teman.. Seru banget.. Asalkan tidak takut air, snorkling sangat menyenangkan.

Setelah puas di spot 2 dan beberapa peserta mabuk kita diantarkan makan siang di Gili Air. Sesampainya di sana ternyata tidak sebagus Gili Trawangan, pantainya agak banyak kotoran ranting2 pohon, mungkin ada setoran dari tempat lain. Pulaunya lebih sepi daripada Gili Trawangan.. Kalau benar2 berencana mau menyepi Gili Air cocok, tapi jangan sekali2 coba inap di sana kalau misalkan anda berencana berlibur untuk menikmati berbagai fasilitas. Karena dari Gili Air ke Gili Trawangan cukup memakan waktu. Paling cepat 30menit dengan fast boat kecil dan harganya juga tidak murah bisa sekitar 400k untuk sekai jalan. Di Gili Air pun sepanjang mata memandang jarang ada restauran dan penginapan. Restaurant yang kami masuki yaitu GOGO Kafe juga hanya diramaikan oleh peserta boat kami. Untuk makanannya enak kok.. Porsinya juga cukup besar alias porsi bule. Dengan tambahan 20k (Untuk snorkling minus makan 100k, snorkling plus makan 120k) saya bisa mendapatkan margarita pizza yang cukup besar, sayang saya lupa foto karena waktu itu saya bawa pulang (takut muntah di jalan), dan sampai di hotel saya makan cepat2 karena mau mengejar waktu bersepeda hahaha.... Tapi so far pizza nya enak. Dan saya lihat bule sebelah saya makan burger juga terlihat enak dan porsinya cukup besar ada kentang2nya juga.. ahh.. Jadi pengen balik ke sana lagi deh.. Tidak ada yang tidak berkesan di Gili. Gili AMAZING.... 


 Pelabuhan Gili Air. Air lautnya sih jernih, tapi sepertinya membawa sampah ranting2 dari tempat lain.


Oke setelah makan kami kembali lagi ke glass bottom boat untuk menuju spot ke 3. Sesampainya di spot ke 3 katanya ada penyu agak nongol2 gitu di air. Saya hanya melihat sedikit pundak dan kepalanya. Begitu nyebur penyunya sudah hilang hahahaha... Takut kali ya ama banyak orang. Spot ke 3 ini cukup dalam agak mengerikan juga sih, sampai2 saya sama sekali tidak berani melepas baju pelampung, takut hilang hahahaha.... Sepanjang snorkling banyak juga touris2 asing yang ikut bisa di bilang separo turis asing, separo turis lokal. 

Yang paling mendebarkan di spot ke 3 ini, angin kencang sekali ombak cukup besar dan sudah tidak berniat foto2 dah.. Yang paling mengejutkan adalah salah satu peserta hampir kehilangan hp nya, karena tali nya putus. Kebanyakan kami memakai wadah tahan air untuk berfoto ria, tapi sayangnya hp ku tidak bekerja tombolnya kalau di rendam dalam air walaupuns udah memakai wadah anti air. Jadi lain kali mungkin lebih baik menggunakan kamera waterproof saja. 



 Masih semangat mau masuk ke air spot ke 3.


Tidak lama setelah kami mencebur tiba2 instrukturnya suruh kami naik kapal katanya anginnya "mbalik" jadi kami cepat2 deh naik kapal lagi, takut hanyut. tapi ada peserta yang kebawa ombak jauh sekali lho teman2, sampai harus diselamatkan ama kru kapalnya.. Serem juga ya kalau misal kita snorkling sebaiknya rombongan dan jangan jauh2 ama rombongan, soalnya kalau hilang berat banget berenangnya melawan arus. Seolah2 kita "keter" ikut arus.

Nah setelah puas berenang2 dengan ombak yang cukup mencekam, kembalilah kami ke pulau Gili Trawangan dengan penuh semangat karena mau cepat2 pulang bersepeda hahaha... Tapi apa di kata di perjalanan itu ombak besar, dan entah kenapa air laut itu masuk smua ke kapal sampai2 kami smua basah kuyup. Dan air laut yang super asin itu (sempet menelan sedikit whuaa..) perih di mata. Jadi better bawa handuk atau penutup kepala untuk melindung mata anda dari air laut. Kita basah kuyup sampai di pelabuhan, gak ada yang lolos saudara2 kecuali instruktur dan petugasnya karena mereka berdiri di ujung belakang :p.


Basah kuyup dari atas sampai bawah.


Sesampainya di pelabuhan Gili langsung kami cepat2 kembali ke hotel karena badan sudah basah kuyup dan gatal.. Rasanya pengen cepat2 mandi.. Setelah mandi, kami makan siang deh.. Makanan yang kami bawa menjadi lebih nikmat karena kelaparan hahahaha....

Setelah puas mandi dan makan, langit menjadi gelap dannn hujann rintik2 mengguyur Gili :(. sedih dah... Tetap tidak mengurungkan niat kami bersepeda.  Setelah sedikit reda kami tetap memutuskan meminjam sepeda. Kami pinjam 2 sepeda berkeranjang di dekat penginapan kami. Per sepeda 50k untuk sore sampai besok paginya. Biarpun hujan kami tetap jalan2 menggunakan sepeda, tidak peduli deh hujan membasahi tubuh kami. Soalnya kalau tidak bersepeda sore ini sudah tidak ada waktu lagi deh.. Besok sudah pulang ke Lombok. Ow ya disini lebih baik anda membawa jas hujan sendiri, karena barang2 di sini lumayan mahal teman...

Kami bersepeda keliling pulau dengan berhujan-hujan ria.. Tapi di sini hujannya kadang reda kadang deras. Dibalik bukit ada sunset, tapi karena cuaca mendung sekali jadi sunset itu tidak nampak sama sekali. Jalanan di sepanjang pantai tidak semuanya ber-paving. Jadi sesekali kami harus menuntun sepeda kami. Kalau misalkan tidak mau menuntun sepeda, sebaiknya anda meminjam sepeda pantai dengan ban yang besar tapi untuk harganya saya kurang tahu. 



Hasil karya orang lokal.. hanya bisa dilihat saat anda bersepeda ;)



Ini gazebo yang dimiliki oleh resort2 di balik bukit. untuk melihat sunset. 


Jalanan berpasir yang belum ter-pabving, terpaksa mendorong sepeda karena tidak bisa digenjot hehehe...


Resort2 di balik bukit alias di balik keramaian bagus2.. Dan besar2 karena di sana tanahnya masih lapang sekali. Sangat berbeda dengan penginapan2 di keramaian yang padat. Penginapan di keramaian di buat se-hemat tempat mungkin. Tapi kalau anda menginap di resort balik bukit maka anda harus menyewa sepeda atau menggunakan cidomo untuk pergi ke pusat keramaian. Tapi apabila tujuan anda untuk honeymoon mungkin resort2 ini akan lebih cocok untuk anda ^_^.

Sepanjang perjalanan kami hujan tidak mau reda.. Tapi juga tidak bertambah deras.. Cukup membuat kami basah kuyup.. Angin juga besar sekali.. Walaupun cahaya matahari mengintip dari awan2, Tapi itu tidak membuat awan mendung pergi dari langit. 

Akhirnya kami memutuskan untuk berteduh di sebuah kafe pinggir pantai. Disana kami sempat memesan steak snapper dan minuman. Setelah keluar waoww.. Decakan kagum muncul dari mulut kami, porsinya cukup besar, penampilan bagus.. Walaupun hanya pulau kecil, tapi ternyata makanan yang disajikan tidak asal2an. Semua yang disajikan dengan standart bule.. Harga sih mengikuti harga bule juga ya.. Tapi sesuai kok antara porsi, rasa dan harga. 

snapper dfish steak

Ini dia snapper steak yang kami pesan. Saladnya begitu segar dengan campuran wortel, labu, daun selada. Kentang gorengnya juga renyah sekali. Plus daging ikan yang segar sehingga saat di makan itu enak bangettt.

Jikalau anda tidak mengharamkan beer mungkin bolehlah anda mencoba memesan beer. Karena harga beer disini tidak terlalu mahal. Dibandingkan dengan minuman lain hampir sama. Sedang anda bisa sekalian menghangatkan badan dan berbagi dengan rombongan anda.


 Di tempat kami makan saya menemukan ini.. Terumbu karang yang terdampar di pantai dan diambil untuk dihias. Bagus bukan? Saya ingin mencoba buat juga.. hehehe.. tapi saya ambil yang terdampar saja di pantai. Di pinggir pantai akan banyak ditemukan kerumbu karang seperti ini.

Cukup lama kami berada di kafe ini, karena hujan bukan berhenti tapi malah lebih deras. Sudah hampir jam 7 malam waktu setempat, maka kami memutuskan untuk "nekat" saja menerjang hujan dengan bersepeda. Kami takut tidak kelihatan apa2 kalau terlalu malam lagi. Soalnya kalau tidak di keramaian hampir tidak ada lampu kecuali ada resort. Lampu hanya sebatas jalan depan resort. Setiap resort di balik bukit hampir semua mempunyai restaurant atau kafe pinggir pantai. 


Buku menu kafe tempat kami terdampar.



Kuda Bar tempat kami berteduh. 

Setelah sampai di penginapan kami masih belum puas karena belum makan seafood di Gili.. Arghh.. kalau melihat seafood di sana rasanya kurang kalau pulang tanpa mencoba seafoodnya. Apalagi lobsternya yang menggiurkan.. besar2, udangnya juga besar2.. ikannya juga besar2... Benar2 memuaskan mata dan perut dah.. Singkat cerita kami menuju restaurant milik Villa Ombak - Site Walk Cafe yang harganya agak lebih mirang ketimbang yang lain. Di sini sistemnya anda memilih yang mau di makan, lalu ditimbang. Setiap 100rb berlaku untuk 1 orang buffet. Jadi jika anda ber-4 seperti saya makan anda harus mengeluarkan kocek minimal 400rb untuk menikmati buffetnya. 



Bayangkan lobster ini masuk perut anda, Ada lobster air tawar dan lobster air laut. Yang saya foto ini lobster air laut. Kalau tidak mau salah sebaiknya tanya dulu saja. Kalau lobster air laut kan jarang ya bisa kita temukan selain di daerah pantai.


Selain ikan2an ada juga daging ayam, sirloin, juga additional bbq yang lain.


Memilih sendiri seafood yang akan dimakan... 



Ini dia tempat makan dan buffet yang disediakan. Alas restauran dari pasir.. Bener2 serasa di pantai dahhh.. makan ditemani gemuruh ombak.. Nikmatnya melebihi makan di restaurant biasa..


Sup labu yang disediakan di restaurant. Enak lho... Nyam2... Saya yang anti labu aja doyan,. rotinya juga enak bangett.. 



Lobster bakar



 Udang bakar


Cumi goreng tepung.

Setelah selesai menikmati seafood maka kembalilah kami ke bungalow dan selesai perjalanan kami di hari ke 3 ^_^..

Cu at day 4..

Thanks for reading.. :)












Selasa, 06 Januari 2015

Berpetualang Bali- Gili- Lombok Hari 2

Melanjutkan cerita hari 1, di hari ke 2 ini kami akan menuju ke GILI Trawangan, sebuah pulau kecil dekat dengan pulau LOMBOK yang hanya bisa ditempuh lewat jalan air. Sebelum cerita tentang perjalanan ke Gili saya mau berterima kasih dulu sama Kartika yang sudah bener2 repot2 untuk membelikan kami "Babi Guling Candra" pagi2 dan macet2 mengantarkan ke Kuta. Sampai harus jalan kaki karena macet sekali. Thanks banget ya Tika.. ^_^.

Perjalanan ke Gili kami awali dengan penjemputan di hotel dengan mobil Elf, lalu kami di drop ke Nusa dua untuk bertemu dengan tamu2 lain dan menunggu bus menuju Padang Bai. Perjalanan dari kuta ke Padang Bai cukup lama, kami dijemput di hotel sekitar jam 10 tiba di padang bai sekitar jam 13.30.

perjalanan ke padang bai
Suasana perjalanan dari Nusa Dua ke padang Bai


Suasana Bali
Jalan menuju Padang Bai

Sesampainya di Padang Bai kami masuk ke fast boat. fast boat yang kami pakai adalah Marina Srikandi, Harganya cukup rendah sih, tapi kapalnya tidak berAC hehehe... Tapi so far tidak ada masalah. 

Padang Bai
Pelabuhan Padang Bai

Ombak yang cukup besar membuat perjalnan kami cukup panjang. :ain kali kalau mau melakukan perjalanan laut saya akan memilih untuk pergi di musim panas. Karena di musim hujan seperti ini cuaca tidak terlalu mendukung dan ombak laut juga kurang mendukung. Sempat hujan juga di laut dan ombak menjadi sangat tinggi.. Tapi Puji Tuhan kami selamat sampai tujuan. 

Sebelum sampai di Gili Trawangan kapal menuju ke Senggigi Lombok terlebih dahulu untuk menurunkan penumpang.
Senggigi Lombok
Tiba di Senggigi Lombok

Senggigi Lombok
Pelabuhan Senggigi Lombok

 Akhirnya setelah perjalanan yang cukup panjang dan sedikit memabukan sampailah kami di Gili Trawangan.. Kami sampai jam telah menunjukan 16.30 , agak terlambat memang dari jadwal mungkin karena kondisi laut yang tidak bersahabat sehingga laju kapal tidak bisa kencang. Tapi semunya itu terbayarkan dengan melihat jernihnya laut di sini dan bersihnya pantai di sini.
Gili Trawangan
Akhirnya tiba di tempat tujuan GILI Trawangan

Setelah sampai di Gili Trawangan kami mencoba mencari hotel yang sudah kami booking lewat booking.com dengan berjalan kaki menggunakan GPS. Cukup dekat habour dengan hotel kami, hanya sekitar 500meter. Kalu tidak mau jalan bisa menyewa cidomo (andong). Di Gili tidak ada kendaraan bermotor. Pilihan kita hanya jalan kaki, bersepeda atau cidomo. 


Foto Hotel dari luar, tapi ini kebetulan ambil dari internet (Lupa foto di tempat).





Penginapan mempunyai pantai pribadi untuk bersantai dan menikmati sunrise. Tapi Kalau cuaca hujan anda akan sulit menemukan sun rise.

Bungalow yang kami tempati.. Berkesan karena berbeda dari hotel biasanya, temboknya dari kayu2 gitu..



Suasana dalam bungalow


DreamVillage
Kondisi kamar mandi penginapan Dream Village, Dengan atap terbuka..


Setelah beristirahat sebentar kami memilih keluar melihat2 daerah sekitar dengan berjalan kaki, karena kebetulan hari sudah mulai malam dan becek setelah huja. Pemilik penginapan merekomendasikan pizza "Ria Regina" yang terletak di jalan belakang pantai untuk makan malam kami. Kmipun memutuskan untuk mencari pizza tersebut. Dan ternyata benar sekali pizza di sini memang sangat enak.. keju mozarellanya berlimpah, memasaknya pun menggunakan tunggu khusus. dan rasnaya itu beda sekali dengan pizza2 yang pernah saya makan sebelumya. Lidah orang Italia (pemilik penginapan) memang tidak bisa bohong soal pizza :p.

Pizza Ria Regina Gili Trawangan
Pizza terenakk yang pernah aku makan.. Pizza Ria Regina Gili Trawangan, yang masak orang Italia asli.

oven pizza ria regina

Ini dia panggangan oizza yangistimewa itu.. Cuma butuh waktu 1-3 menit untuk membuat pizza matang sempurna.


Setelah puas makan pizza, kami kembali jalan2 di area sekitar pantai dan mecari-cari tour untuk snorkling esok hari. Akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti snorkling paket + makan seharga 120k. Kalau kita memilih tanpa makan lebih hemat 20k., hanya 100k. Tapi makan di Gili Air juga tidak banyak pilihan dan harganya malah jadi tinggi. Jadi saran saya lebih baik pilih paket + makan.

Pusat keramaian di Gili Trawangan ini tidak terlalu besar, waluapun pulai Gili Trawangan ini adalah pulau paling besar diantara Gili Meno dan Gili Air. Kalau melihat di sini sudah mirip dengan Kuta Bali. Hanya saja kalau di Kuta banyak makanan kafe2 di sini lebih banyak kafe2 terbuka langsung mengarah pantai dan seafood yang berlimpah. Ada juga night market yang katanya sedikit lebih murah dibanding makan di restaurannya. Di sini juga ada beberapa penginapan yang menyediakan kolam renang untuk belajar diving. Seru ya.. Kolam renangnya ada di pinggir jalan. Sempat saya melihat tamu2 berenang. Karena Gili ini memang pusatnya snorkling dan diving jadi banyak "PADI" disini.

Selain banyak kafe, penginapan dari homestay, losmen, bungalow sampai resort. Kita juga akan banyak melihat persewaan sepeda. Yups.. kembali lagi seperti yang saya ceritakan sebelumnya bahwa di Gili ini tidak diperbolehkan kendaraan bermotor.

Sepanjang jalan kita akan melihat banyak restaurant seafood seperti di gambar bawah ini.

Seafood Gili Trawangan
Salah satu restaurant seafood yang saya temui di Gili Trawangan. 

Disini anda akan menemukan lobster yang super jumbo, udang yang super jumbo, ikan2 jumbo.. semua serba jumbo... Sangat menggiurkan mata.

Sampailah kami di uung keramaian, di ujung keramaian kami menemukan Villa Ombak. Salah satu penginapan yang menutut saya paling bagus yang dekat dengan keramaian. Walaupun sebenarnya banyak sekali penginapan yang lebih bagus di sebalik bukit. Tapi jaraknya jauh dari keramaian, jadi anda harus menggunakan sepeda/ cidomo ke pusat keramaian.

villa ombak
 Salah satu villa/ resort yang bagus dan paling dekat dengan keramaian Gili Trawangan.

jalanan gili trawangan
 Tampak jalan di Gili Trawangan dari ujung..

Setelah puas jalan2, hari belum terlalu malam maka kami memutuskan untuk menjajal kafe setempat. Terdamparlah kami di kafe dekat penginapan Kalau tidak salah namanya "Samba Launge". Di kafe ini cukup ramai turis2 asing alias orang2 bule. Dan ada live music juga yang cukup menghibur. Jangan heran ya di pulau ini bule2nya banyak, dan rata2 mereka hanya menggunakan bikini dengan baju tipis di luarnya. Bagi yang belum menikah kuatkan iman di pulau ini. Di pulau ini bebas menggunakan busana.

Karena perut masih cukup kroncongan, maka akhirnya suami memutuskan memesan nasi goreng nanas. Di menu tidak ada "nasi goreng nanas" , tapi melihat meja sebelah memakan nasi goreng nanas maka kami ikut2 memesannya. Saat pesanan kami sudah datang, ternyata nasi goreng nanasnya enak bangett.... Walaupun harganya "harga bule" tapi rasanya uenak tenann....

Ow ya, makan di kafe ini berasa di "Jimbaran Bali", karena kita makan langsung di pantai dengan alas pasir. Tidak ada pagar pembatas ke laut.. Saat makan ditemani gemuruh ombak dan sepoian angin laut yang menghempas kulit. Jangan heran di sini rata2 kafe menjual bir dan minuman beralkohol lainnya. Tapi tenang saja kita tidak menemui orang mabuk dijalan kok.. ^_^.

Nasgor nanas Gili Trawangan
Nasi Goreng Nanas khas Thailand enak.. Makan di "Samba Lounge" dekat penginapan.

Sekian ceritaku hari ke 2 di Gili Trawangan beserta perjalannya, begitu mempesona dan membuat betah. Besok kami mau snorkling dan bersepeda ria.. Jadi jangan terlewatkan cerita selanjutnya ya..

Cekidot...